Center for Entrepreneurship Development and Studies

Freddy Mudjianto. Pemilik PT Vilour Promo Indonesia

Beberapa pengusaha layak mendapat sorotan. Selain inovatif, mereka juga sering melahirkan gagasan bisnis menarik. Ada pula yang baru tumbuh dan langsung berhasil. Apa kunci sukses mereka?

Ketidaksengajaan justru sering mendatangkan berkah. Tak percaya? Sejumlah orang pernah membuktikannya. Sebut saja, Freddy Mudjianto. Pemilik PT Vilour Promo Indonesia ini tak pernah membayangkan, perusahaannya yang membidangi konveksi kaus berkembang seperti sekarang. Semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung, 1980-an, ia cuma memasok kaus untuk kegiatan perpeloncoan di almamaternya. Bersama pacarnya, Esther Suryani — kemudian jadi pasangan hidupnya — ia memulai usaha kecil-kecilan dari rumah kontrakan yang terletak tak jauh dari kampusnya.

Modal awal Freddy membangun bisnis ini hanya Rp 6 juta, yang dikuras dari tabungan sendiri. Dari jumlah itu, ia nekat mengontrak rumah di Jalan Dipatiukur 76 A, Bandung, senilai Rp 1,6 juta untuk dua tahun. Selebihnya ia belikan dua mesin jahit, satu mesin potong, dan tiga mesin obras. Karyawannya hanya teman-teman yang bersedia membantu.

Dari sekadar melayani kebutuhan kampus, ia kemudian mencoba masuk ke sekolah-sekolah dengan menawarkan seragam olah raga. Tak disangka, di akhir 1980-an bisnisnya tumbuh pesat. Bukan cuma seragam kaus yang ditangani, tapi juga topi, tas dan jaket. Pelanggan pun meluas. Tak hanya di Bandung dan Jawa Barat, tapi juga kota-kota lain. Perusahaan-perusahaan besar — seperti Telkom, Pos Indonesia, Good Year, P&G, Sosro dan Indomobil — pun mulai memercayainya.

Pelan tapi pasti, bisnis Freddy melaju. Memasuki 1997, omset Vilour mencapai Rp 14 miliar. Di tahun itu pula namanya mulai mendunia. Ketika itu, ia diperkenalkan teman kuliahnya dengan pengusaha pakaian olah raga asal Italia, Plabitio Forlanini dan Moreno. Pemilik 27 jaringan supermarket di Italia itu memesan 22 ribu setel baju training Nike senilai Rp 2,2 miliar. Peluang itu langsung disambarnya. Untuk bisa memenuhi pesanan tepat waktu, Freddy tak mengerjakannya sendiri. Kemitraan dengan perusahaan konveksi lain yang ia bina sejak awal merintis usaha, membantunya makin berkembang.

27 Desember 2007 - Posted by | bisnis

5 Komentar »

  1. wah kalo skrg nyoba bisnis spt itu gmn ya peluangnya ..??

    Komentar oleh Abu_Zaidan | 12 Maret 2008

  2. bleh minta sejarah berdirinya PT.Vilour ga? saya sedang nyusun skripsi ni, masalah yang dibahas yaitu tentang PT.Vilour.kalo bisa kirimin aja ke imail ak aja.”di2n_h@yahoo.co.id” makasih ya.

    Komentar oleh didin | 10 April 2008

  3. selalu sukses pap ,ak dan lintang sll berdoa untuk pap !

    Komentar oleh elsa nasution | 8 Oktober 2010

  4. selamat untuk kesuksesan bisnisnya pak, semoga makin berkembang.

    Komentar oleh sobri | 5 Juli 2011

  5. Hola!
    No estŠ mal tu blog. Ciertos post no me convencen demasiado, pero la gran
    mayorŪa estŠn bien.
    Saludos!

    Komentar oleh Lucia | 25 Maret 2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: