Center for Entrepreneurship Development and Studies

Komitmen Bumikarsa untuk Wirausaha Muda Indonesia

gagasan besar untuk wirausaha muda Indonesia telah dilahirkan dari Workshop Internasional Wirausaha Muda Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Menpora di Hotel Bumikarsa, Bidakara, Jakarta hari Rabu 13 Februari 2008.

Secara resmi hasil dari workshop itu akan diumumkan pada moment Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dan Hari Sumpah Pemuda nanti.
Isi dari Komitmen Bumikarsa itu menyangkut 2 hal: kebijakan dan implementasi. Secara detil saya belum dapat copy-nya.
Namun intinya adalah mengajak semua generasi muda untuk menyatukan langkah menjadi aktor pelaku kewirausahaan di Indonesia.
Hal ini didasari oleh landasan pemikiran bahwa kewirausahaan adalah bagian dari karakter bangsa, bagian dari budaya bangsa dan adalah bagian dari character building bangsa Indonesia. Roh ekonomi Indonesia adalah kewirausahaan, seperti disampaikan oleh Pak Sudradjat, Deputi III Menpora sekaligus ketua panitia perhelatan yang mengundang organisasi-organisasi kepemudaan dan persatuan pelajar Indonesia dari beberapa negara ini.
Saya, bersama Pak Faif, Bu Lies Sudianti (moderator Profec) dan Bu Henny hadir sebagai undangan di luar mainstream di atas. Kami mewakili komunitas maya (mailing list).
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 dan ditutup pukul 20.00 WIB ini diisi dengan serangkaian diskusi yang menghadirkan beberapa nara sumber seperti dari Permodalan Nasional Madani, Kementrian UKM, Tokoh Wirausahawan Sukses dan Untung Wiyono, Bupati Sragen peraih e-govenment award yang sukses membina SDM wilayahnya.
Dari semangat dan spirit yang ada, saya membaca Kantor Menpora memang berupaya serius dalam menumbuhkembangkan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Perhelatan ini bukanlah main-main dan berbiaya mahal. Bayangkan, para undangan dari luar negeri itu akomodasinya ditanggung semua oleh Kantor Menpora.
Saya pribadi, berharap banyak dengan hasil yang akan dicapai dari forum ini. Namun, bukannya pesimis, biasanya forum-forum seperti ini hanya bagus di atas kertas dan berjalan seumur jagung. Mudah-mudahan tidak untuk yang ini.
Saya sendiri yang hadir atas nama Komunitas TDA, menyambut antusias gerakan ini. Tanpa bermaksud menyombong, TDA telah memulai semua hal yang dibicarakan seharian penuh itu dengan action yang konkrit dan terukur.
Makanya, kepada Pak Faif saya berpesan agar menindaklanjuti hubungan yang baru dibina dengan Kantor Menpora ini. Intinya, TDA siap menjadi bagaian dari gerakan itu dan siap bersinergi.
Meskipun begitu, TDA harus tetap pada garis awalnya sebagai komunitas yang mandiri dan independen, namun terbuka untuk beraliansi dengan pihak mana pun yang punya visi misi yang sama.
Wassalam,

sumber : http://www.roniyuzirman.com/

15 Februari 2008 Ditulis oleh cedsui | bisnis | | No Comments Yet

Yahoo Lebih Tertarik Google Ketimbang Microsoft?

Nama besar dan tawaran akuisisi senilai 44,6 miliar dollar AS (sekitar Rp410 triliun) dari Microsoft Corp. sepertinya tak bikin ngiler Yahoo Inc. untuk menyerahkan perusahaannya kepada perusahaan milik Bill Gates itu. Yahoo bahkan dikabarkan lebih tertarik bergabung dengan pesaingnya, Google Inc.Pihak manajemen dikabarkan akan berdiskusi ulang dengan Google. Kedua pihak pernah bertemu dan menjajaki kemungkinan merger pada tujuh bulan lalu. Microsoft sejak lama menyatakan mintanya bekerja sama dengan Yahoo dan secara resmi menawar Jumat (1/2). Dua orang sumber di Yahoo menyebutkan, kemungkinan Google akan menawarkan angka lebih rendah dibandingkan tawaran Microsoft.

Yahoo sendiri sedang berusaha mencari alternatif pembeli lain yang dapat bersaing dengan Microsoft. Seorang sumber dekat Yahoo mengatakan, Yahoo telah menerima tawaran dari beberapa perusahaan media, teknologi, telepon dan keuangan. Namun, sumber itu mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mulai berguguran.

Dalam sebuah memo yang disampaikan kepada karyawan Yahoo, Jumat (1/2), pimpinan Yahoo mengatakan,”Kami ingin memastikan bahwa saat ini belum ada keputusan apapun dan meskipun beberapa orang mencoba memberi saran, tidak ada upaya terselubung untuk mencapai kesepakatan.”

Beberapa pihak selain Google memang sudah menyatakan tertarik membeli Yahoo. Google mungkin tidak bakal menang karena dianggap menyalahi regulasi antitrust.

Melalui situsnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa pemimpin Google Eric Schmidt bertemu pemimpin Yahoo Jerry Yang untuk membicarakan upaya membatalkan tawaran Microsoft. Juru bicara Yahoo dan Google sendiri tak memberikan komentar atas isu tersebut.

Secara terpisah, Google kembali menegaskan tawarannya untuk mengakuisi Yahoo. Google juga menyerang Microsoft dengan tuduhan monopoli usaha teknologi informasi di internet.

Kepala staf divisi legal Google David Drummond menyebutkan, kombinasi Microsoft dan Yahoo dapat merusak kompetisi dalam web. Upaya itu juga akan mengundang reaksi keras oleh para pembuat kebijakan.

“Dapatkah kombinasi dua perusahaan itu menguntungkan pelaku monopoli software (Microsoft) untuk membebaskan konsumen mengakses e-mail, IM, dan layanan berbasis web dari para kompetitor?” kata Drummond dalam blog-nya  yang beralamat di http://googleblog.blogspot.com.

Microsoft merespons argumen Google itu dengan mengatakan bahwa merger dengan Yahoo dapat membawa pelaku bisnis search engine dan iklan online terbesar kedua bersaing lebih kompetitif dengan Google.

“Skenario lain hanya mengarah pada sedikitnya persaingan usaha di internet,” kata penasihat hukum Microsoft Brad Smith.(RTR/LHW)

Source: Kompas.com

14 Februari 2008 Ditulis oleh cedsui | bisnis | | No Comments Yet

Pelajaran Berharga (Mengesampingkan Rasa Malu)

Barangkali kisah Milyader dari Thailand yang jatuh miskin dapat menjadi pendorong semangat bagi pewirausaha yang pernah atau sering mengalami kegagalan dari bisnis yang dijalankan. Milyader itu bukan saja menjadi miskin, melainkan kehilangan segala-galanya dalam krisis ekonomi yang terjadi di Asia pada tahun 1997. Dari semula seorang pialang saham dan pebisnis yang sukses, kini bangkrut. Hanya dalam sekejap mata, semua harta dan kekayaannya hilang disebabkan jatuhnya pasar properti di Thailand. Dia gagal mengembalikan pinjaman karena kondominium yang sudah dibangunnya tidak dapat dijual. Meskipun sudah dinyatakan bangkrut dan harus menanggung beban hutang yang besar, dia tetap gigih berusaha dan tabah membangun kembali kekaisaran bisnisnya yang sudah lenyap. Dia tidak mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri seperti yang mungkin dilakukan oleh pebisnis yang gagal. Sebaliknya, dia memulai bisnis secara kecil-kecilan, yaitu menjual sandwich (roti isi). Makanan itu
dijajakan kemana-mana dengan berjalan kaki. Bagaimanakah perasaan kita jika harus melalui perjalanan hidup seperti yang dialami bekas milyader itu? Dari yang tadinya kaya raya menjadi miskin papa. Mungkin kita akan merasa malu dan tidak sanggup melakukan pekerjaan itu. Bukan seorang bekas milyader saja yang tidak akan sanggup melakukannya, bahkan anak muda yang mempunyai ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tidak akan sanggup melakukan pekerjaan yang dianggap hina. Akan tetapi, tidak bagi bekas milyader tersebut, dia sanggup mengesampingkan perasaan malu, segan dan takut untuk memulai bisnis secara kecil-kecilan. Dia sadar, bisnis sandwich itu tidak memberikan jaminan kekayaan dan kesuksesan kepadanya. Namun jauh di sudut hatinya, tertanam sebuah keyakinan bahwa dengan ketekunan dan niat yang kuat, akan dapat bangkit kembali. Dalam waktu yang singkat, bekas milyader menjadi populer dan terkenal hingga diwawancarai oleh puluhan media cetak dan elektronik, baik dalam
maupun luar negeri. Dia populer bukan karena sandwich yang dijualnya, melainkan semangat juangnya yang ingin keluar dari keadaan yang paling buruk.

Semoga bermanfaat

1 Februari 2008 Ditulis oleh cedsui | bisnis | | No Comments Yet

Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis

1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan. Jangan
sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang
berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim
negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian
berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik
pribadi dengan proses negosiasi.

2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang
kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah,
apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan
jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
Baca selebihnya »

1 Februari 2008 Ditulis oleh cedsui | tips bisnis | | & Komentar