Center for Entrepreneurship Development and Studies

Menjual Kompetensi ke Pemilik Modal

Sebuah Kiat:

Seringkali kita melihat sebuah peluang bagus untuk digarap atau
tertarik terhadap sebuah bisnis baru yang potensial namun kita merasa
tak punya kompetensi praktis di bidang tersebut. Misalnya kita ingin
masuk di bisnis kurir, fashion, properti, content provider, resto,
atau bisnis jasa tertentu, namun kita meraca tak punya latarbelakang
pengalaman yang cucup di bidang itu. Kalau kondisinya seperti itu, ada
salah satu kiat yang cukup efektif yang bisa menjadi solusi.
Yakni dengan merekrut orang yang sudah berpengalaman di bidang itu dan
kita bayar. Kita bisa angkat dia sebagai operational manager atau
malah general manager. Dengan menjadikan ia pegawai kita, sebenarnya
kita sudah “membeli pengetahuan dan pengalaman yang telah bertahun2
dia peroleh”. Kalau mau ingin lebih kuat lagi, pekerjakan dan beri
saham dia, misalnya 2% atau 3%, tergantung hitung-hitungan proyeksi
keuntungan Anda. Tentu saja kita harus sembari belajar dan memberikan
value-added dari apa yang kita tahu agar bisnis kita menjadi lebih
baik daripada sekedar ‘pengalaman’ orang yang kita bayar itu.

Sebenarnya cara inilah yang menjadi rahasia kenapa di Indonesia
kemudian muncul group-group besar atau konglomerasi besar yang punya
bisnis bermacam-macam. Sehebat2-nya konglomerat atau pengusaha besar
tak akan tahu detil semua bisnisnya yang digarap. Tapi ia punya para
tangan kanan atau orang kepercayaan di masing-masing bidang itu.
Biasanya, ketika akan masuk di sebuah industri baru, big boss
mengangkat seorang yang ahli dan pengalaman di bidang itu, kemudian
diangkat jadi CEO atau GM dan dikasih saham gratis 3-5%. Pemberian
saham ini juga menjadi cara agar mereka punya sense of belonging.
Di lain sisi, hal itu juga menjadi pesan bagi peminat wirausaha yang
punya kompetensi namun merasa tak punya modal uang untuk memulai
bisnis sendiri, bahwa kita juga bisa menjual kompetensi kita ke pihak
pemodal untuk segera memulai usaha dan kita akan mendapatkan saham,
sesuai kontribusi dan peran2 yang bakal kita berikan. Dan ini bukan
sebuah omong kosong, banyak sekali contoh2 perusahaan besar yang
dibangun dengan pola ini dimana ada orang ‘pinter’ yang punya
pengalaman dan kompetensi yang kemudian mengajak pemodal untuk masuk
di sebuah bisnis baru.

Anda bisa juga bisa melihat kiat seperti ini sukses diterapkan seorang
pengusaha lelang yang dulu ketika merintis usaha ia hanya menjual ide
saja ke sebuah konglomerat. Idenya itu plus kesiapan untuk memimpin
perusahaan baru dihargai 15% saham di sebuah perusahaan besar di
perusahaan pakan ternak. Orang ini sekarang menjadi pengusaha sukses
karena ditopang kepercayaan dirinya saat menjual ide ke pengusaha
besar itu.

7 Mei 2008 - Posted by | tips bisnis |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: